Fraksi Gerindra Plus Desak BPR Tuah Karimun Buka-bukaan Soal Kinerja

- Penulis

Rabu, 26 November 2025 - 15:21 WIB

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Wacana perubahan nama dan status hukum Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Tuah Karimun menjadi Perseroan Daerah (Perseroda) yang diusulkan melalui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) kini tak lagi berjalan mulus. Proposal ganti baju BPR ini justru menuai kritikan pedas dan menyentil dari Fraksi Gerindra Plus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karimun.(Foto: Istimewa)

KARIMUNESIA.co.id, KARIMUN – Perubahan nama dan status hukum Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Tuah Karimun menjadi Perseroda yang diajukan dalam Ranperda dikritik tajam oleh Fraksi Gerindra Plus DPRD Karimun.

Fraksi ini secara gamblang melayangkan kritikan pedas, mempertanyakan kesiapan dan strategi bank yang kini dikepalai direksi baru.

“Perubahan ini bukan sekadar formalitas, BPR harus memiliki langkah konkret dan produk unggulan yang bisa membantu UMKM, sehingga benar-benar sesuai dengan namanya Bank Perekonomian Rakyat, dapat membantu masyarakat dalam hal pembiayaan,” ujar Ketua Fraksi Gerindra Plus DPRD Karimun, Efrizal, saat menggelar Rapat Paripurna DPRD Karimun, Senin, 24 November 2025.

Kritik utama fraksi menargetkan kejelasan produk dan daya saing BPR di tengah gempuran pinjaman dari bank besar, koperasi hingga platform pinjaman online (pinjol) yang semakin menjamur.

“Apakah produk dari BPR Tuah Karimun ini mampu bersaing dan lebih unggul dari produk pinjaman oleh bank, koperasi bahkan pinjol,” tegasnya.

Karena menurutnya, orientasi Perseroda itu adalah untuk mencari keuntungan, tapi ini produknya saja masyarakat belum mengetahuinya.

“Fraksi Gerindra Plus tak segan-segan membuka luka lama BPR Tuah Karimun di hadapan publik, mengingatkan direksi baru bahwa bank tersebut saat ini berada dalam kondisi merugi,” sentil Efrizal, menunjukkan keraguan Fraksi terhadap kemampuan BPR dalam menggaet pasar UMKM.

Tuntutan berbenah total dan menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kata Efrizal menjadi harga mati, bukan sekadar mengganti papan nama.

“Sebelum melangkah semakin jauh, kami berharap Direksi BPR Tuah Karimun untuk memikirkan kembali. Kalau memang tidak mampu, katakan tidak mampu, sehingga tidak menjadi masalah baru kedepannya,” ucap Efrizal,

Pihaknya telah memberikan ultimatum keras yang seolah menyiratkan peringatan agar direksi tak mencoba menutupi potensi kegagalan.

“Pandangan akhir Fraksi Gerindra Plus ini menjadi masukan dan pertimbangan bagi Direksi BPR Tuah Karimun, menuntut pertanggungjawaban nyata dan strategi yang terukur, jauh dari sekadar retorika perubahan nomenklatur,” tandasnya.(Izar)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

PT Timah Dorong Kesadaran Lingkungan Lewat Bank Sampah Lanjut Berseri di Sawang Laut
36 Pelajar Lolos Program Beasiswa PT Timah 2026, Tempuh Pendidikan Berasrama di SMAN 1 Pemali
Penyaluran Program MBG di Karimun Terancam Mandek 3 Hari akibat Keterlambatan Dana
Cadangan Mulai Habis Sisa 15 Tahun, PT Timah Bidik Negara Tetangga
Hendy Terpilih Aklamasi Pimpin POBSI Karimun, Fokus Hapus Stigma Negatif dan Bidik Porprov
Menanti 13 Tahun, BP Kawasan Karimun Tinggal Selangkah Lagi Menuju Kemandirian Lembaga
Bongkar Siasat Busuk Korupsi KPU Karimun, Negara Tekor Rp1,36 Miliar
Sengit, 36 Calon Penerima Beasiswa PT Timah Saling Sikut di Tes Kesehatan 3 Wilayah
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:52 WIB

PT Timah Dorong Kesadaran Lingkungan Lewat Bank Sampah Lanjut Berseri di Sawang Laut

Senin, 8 Juni 2026 - 22:57 WIB

36 Pelajar Lolos Program Beasiswa PT Timah 2026, Tempuh Pendidikan Berasrama di SMAN 1 Pemali

Senin, 8 Juni 2026 - 00:33 WIB

Penyaluran Program MBG di Karimun Terancam Mandek 3 Hari akibat Keterlambatan Dana

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:36 WIB

Cadangan Mulai Habis Sisa 15 Tahun, PT Timah Bidik Negara Tetangga

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:32 WIB

Hendy Terpilih Aklamasi Pimpin POBSI Karimun, Fokus Hapus Stigma Negatif dan Bidik Porprov

Berita Terbaru

Berita Utama

Cadangan Mulai Habis Sisa 15 Tahun, PT Timah Bidik Negara Tetangga

Minggu, 7 Jun 2026 - 23:36 WIB

Exit mobile version