PBB Buka Suara Terkait Tarif Parkir Pelabuhan Karimun Bikin Geger

- Penulis

Rabu, 7 Januari 2026 - 10:52 WIB

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Kegaduhan yang terjadi dipicu oleh mis regulasi di tahap awal penerapan tarif parkir yang dikelola oleh PT Malik Parking Kepri (MPK) di Pelabuhan Domestik Tanjungbalai Karimun.(Foto: Istimewa)

KARIMUNESIA.co.id, KARIMUN – Polemik kenaikan tarif parkir di Pelabuhan Domestik Karimun akhirnya mulai mendingin, setelah sempat memantik amarah dan keluhan warga.

Sorotan tajam publik terhadap kebijakan PT Malik Parking Kepri (MPK) membuat isu ini viral di media.

Tak tinggal diam, Wakil Ketua Pemuda Batak Bersatu (PBB) Karimun, Maszan Parlindunga Sianturi, akhirnya angkat bicara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Maszan mengakui, kegaduhan yang terjadi dipicu oleh mis regulasi di tahap awal penerapan tarif parkir.

Namun ia menilai reaksi keras masyarakat justru menjadi alarm penting bagi pengembang dan pemerintah daerah.

“Ini dinamika pengawasan publik yang sehat. Warga kritis itu bagus,” ujar Maszan, Rabu, 7 Januari 2026.

Meski demikian, Maszan mengimbau masyarakat Karimun untuk tetap tenang dan tidak terpancing emosi berlebihan. Menurutnya, stabilitas daerah dan iklim investasi juga harus dijaga.

“Kita kasih kesempatan kepada pengembang sambil tetap diawasi. Jangan sampai kegaduhan justru merugikan daerah sendiri,” tegasnya.

Tarif sempat dinilai langgar Perda

Maszan tidak menampik bahwa tarif parkir sempat dianggap offside dari Perda Nomor 9 Tahun 2023. Namun ia menyebut hal tersebut sebagai kekhilafan awal, bukan kesengajaan.

Ia menegaskan, tujuan utama pengelolaan parkir justru untuk mencegah kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kabar baiknya, PT MPK bergerak cepat. Tarif parkir sekarang sudah kembali patuh pada Perda yang berlaku,” ungkapnya.

Karimun makin melek aturan

Maszan menilai kisruh ini menjadi bukti bahwa masyarakat Karimun semakin sadar hukum dan berani bersuara.

Ia pun mengingatkan pengelola parkir agar tidak lagi melakukan kesalahan serupa.

“Masyarakat tetap kritis, pengembang harus taat aturan. Kalau dua-duanya jalan, Karimun bisa maju tanpa ribut berkepanjangan,” pungkasnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan tarif parkir kini kembali normal. Hal ini dirasakan langsung oleh masyarakat pengguna jasa pelabuhan.

Febri, salah seorang pemilik kendaraan roda

empat, mengaku sempat terkejut namun akhirnya lega.

“Tadi parkir hampir dua jam, cuma kena Rp2.000. Sudah sesuai aturan,” ujarnya singkat.

Penulis: Izar

Editor: Lana

Facebook Comments Box

Berita Terkait

50 Cartridge Vape Mengandung Etomidate Sabu dan 100 Pil Ekstasi Dimusnahkan Polres Karimun
Dorong Pelestarian Lingkungan dan Potensi Wisata, PT Timah Tanam Pohon dan Bersihkan Pantai Asmara Dewi
TNI AL Gagalkan Penyelundupan Narkoba Lintas Negara di Perairan Karimun, Pelaku Lansia Beridentitas Ganda
Pendampingan PT Timah, Budidaya Kakap Putih di Sawang Laut Berkembang, Tingkatkan Ekonomi Nelayan
Firdaus Resmi Pimpin DPC PKB Karimun, Jadi Ketua Parpol Termuda
Gelar One Day One Room Inspection, Rutan Karimun Pastikan Blok Wanita Bebas Narkoba
PT Timah Dorong Kesadaran Lingkungan Lewat Bank Sampah Lanjut Berseri di Sawang Laut
36 Pelajar Lolos Program Beasiswa PT Timah 2026, Tempuh Pendidikan Berasrama di SMAN 1 Pemali
Berita ini 2 kali dibaca
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:13 WIB

50 Cartridge Vape Mengandung Etomidate Sabu dan 100 Pil Ekstasi Dimusnahkan Polres Karimun

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:04 WIB

Dorong Pelestarian Lingkungan dan Potensi Wisata, PT Timah Tanam Pohon dan Bersihkan Pantai Asmara Dewi

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:02 WIB

TNI AL Gagalkan Penyelundupan Narkoba Lintas Negara di Perairan Karimun, Pelaku Lansia Beridentitas Ganda

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:47 WIB

Pendampingan PT Timah, Budidaya Kakap Putih di Sawang Laut Berkembang, Tingkatkan Ekonomi Nelayan

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:58 WIB

Firdaus Resmi Pimpin DPC PKB Karimun, Jadi Ketua Parpol Termuda

Berita Terbaru

Exit mobile version