Indonesia Genjot Industri Logam Tanah Jarang, Tantangan Mendesak Data Cadangan REE

- Penulis

Jumat, 5 Desember 2025 - 11:22 WIB

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Banyak potensi REE di Indonesia ini, terdapat pada mineral ikutan timah. Selama ini, mineral ikutan tersebut belum dimanfaatkan secara optimal, padahal dapat menjadi kunci untuk membangun industri REE dari hulu ke hilir.(Foto: Istimewa)

KARIMUNESIA.co.id, JAKARTA – Pemerintah Indonesia serius mendorong pengelolaan dan pengembangan industri Logam Tanah Jarang (Rare Earth Elements/REE), sebagai strategi nasional untuk memperkuat industri teknologi dan membuka potensi ekonomi baru.

Langkah ambisius ini, meskipun strategis untuk industri masa depan seperti baterai kendaraan listrik, turbin angin dan panel surya, terganjal oleh masalah mendasar.

Praktisi Penambangan Timah, Ichwan Azwardi, menyoroti permasalahan tersebut. Meskipun potensi REE di Indonesia sangat mungkin ada, absennya data resmi ini menjadi hambatan utama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Masalah terbesar dalam pengembangan industri REE nasional adalah ketiadaan cadangan REE yang terdata secara resmi,” ujar Azwardi, Jum’at, 5 Desember 2025.

“Secara global, Indonesia belum diidentifikasi sebagai negara yang memiliki cadangan REE, padahal potensi tersebut sebenarnya ada,” tambah Azwardi.

Menurutnya, status Indonesia yang belum terdaftar sebagai pemilik cadangan REE dunia secara signifikan melemahkan daya tarik investasi.

“Investor dan mitra internasional cenderung mencari negara dengan data cadangan yang jelas dan terverifikasi untuk menjamin kelangsungan pasokan,” pungkasnya.

Praktisi Penambangan Timah, Ichwan Azwardi.(Foto: Istimewa)

Ketiadaan data cadangan REE yang terverifikasi secara resmi

Dengan tidak terinformasikannya Indonesia sebagai negara yang memiliki cadangan REE, maka kata Azwardi akan sangat sulit menarik investor untuk masuk dan bekerja sama. Karena itu, eksplorasi harus dilakukan secara serius dan menyeluruh.

“Banyak potensi REE di Indonesia ini, terdapat pada mineral ikutan timah. Selama ini, mineral ikutan tersebut belum dimanfaatkan secara optimal, padahal dapat menjadi kunci untuk membangun industri REE dari hulu ke hilir,” bebernya.

Untuk itu Ia memastikan agar segera dilakukan langkah prioritas eksplorasi mendalam untuk mendapatkan data cadangan yang valid.

“Selanjutnya operasi produksi harus mampu menjangkau dan mengolah mineral ikutan timah, termasuk REE,” imbuhnya.

Langkah tersebut kata Azwardi dianggap krusial, agar Indonesia dapat bersaing dalam industri global mineral kritis.

“Pemerintah melalui Kementerian ESDM sendiri telah menargetkan percepatan hilirisasi mineral kritis, termasuk REE, sebagai penopang ketahanan energi dan teknologi masa depan,” ucap Azwardi.

Namun demikian, para praktisi menekankan bahwa fondasi data yang kuat dan kolaborasi lintas sektor menjadi syarat mutlak agar industri REE Indonesia dapat berkembang dan merealisasikan potensi ekonomi yang ada.

“Para praktisi menekankan bahwa fondasi data yang kuat dan kolaborasi lintas sektor menjadi syarat mutlak agar industri REE Indonesia dapat berkembang dan merealisasikan potensi ekonomi yang ada,” tandasnya.(Izar)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Cadangan Mulai Habis Sisa 15 Tahun, PT Timah Bidik Negara Tetangga
Sengit, 36 Calon Penerima Beasiswa PT Timah Saling Sikut di Tes Kesehatan 3 Wilayah
Bukti Kontribusi BUMN, TINS Setor Rp1,62 Triliun ke Kas Negara
Lewati Beragam Tahapan Seleksi, 36 Siswa Raih Kesempatan Masuk Kelas Beasiswa PT Timah
PT Timah Salurkan 268 Ekor Sapi Kurban untuk Masyarakat di 3 Provinsi
DPRD Karimun Pelajari Strategi Pelayanan Disdukcapil Meranti, Percepatan Dokumen dan Layanan Digital
Waspada Penipuan Lowongan Kerja, PT Timah Tegaskan Tidak Ada Rekrutmen Karyawan
PT Timah Salurkan Bantuan Biaya Pengobatan untuk Bayi Penderita Jantung Bocor
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:36 WIB

Cadangan Mulai Habis Sisa 15 Tahun, PT Timah Bidik Negara Tetangga

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:16 WIB

Sengit, 36 Calon Penerima Beasiswa PT Timah Saling Sikut di Tes Kesehatan 3 Wilayah

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:45 WIB

Bukti Kontribusi BUMN, TINS Setor Rp1,62 Triliun ke Kas Negara

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:04 WIB

Lewati Beragam Tahapan Seleksi, 36 Siswa Raih Kesempatan Masuk Kelas Beasiswa PT Timah

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:21 WIB

PT Timah Salurkan 268 Ekor Sapi Kurban untuk Masyarakat di 3 Provinsi

Berita Terbaru

Berita Utama

Cadangan Mulai Habis Sisa 15 Tahun, PT Timah Bidik Negara Tetangga

Minggu, 7 Jun 2026 - 23:36 WIB

Exit mobile version