KARIMUN, KARIMUNESIA.co.id – Tradisi turun temurun menjaga nyala terang di malam Ramadan kembali menyapa Kabupaten Karimun.
Dinas Pariwisata Kabupaten Karimun resmi menutup pendaftaran Lomba Lampu Hias Eid Mubarak 2026 pada Senin (2/3/2026).
Dengan total 44 peserta, siap berkompetisi memperebutkan gelar terbaik di seluruh penjuru wilayah Bumi Berazam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Festival tahunan ini bukan sekadar ajang adu kreativitas, melainkan simbol pelestarian budaya Melayu yang dipadukan dengan nuansa religius yang kental,” terang Kepala Dinas Pariwisata Karimun melalui Kabid Pemasaran Pariwisata, Ahadian Zulseptriadi.
Antusiasme tahun ini kata Ahadian terbagi dalam dua gaya visual yang berbeda, yakni kategori lampu colok yang diikuti oleh 11 peserta akan menampilkan seni instalasi kaleng bekas berbahan bakar minyak tanah, sebuah warisan otentik masyarakat setempat.
“Untuk kategori lampu elektrik, bakal diikuti oleh 33 peserta yang menonjolkan inovasi teknologi cahaya dan desain modern yang penuh warna,” ungkap Ahadian.
Ahadian menambahkan, tim penilai akan melakukan maraton, dengan kunjungan untuk melihat langsung kemegahan gerbang dan instalasi cahaya di berbagai titik.
Penilaian dimulai pada 9 Maret 2026 di Kecamatan Durai, dilanjutkan pada tanggal 10–11 Maret 2026 di Kecamatan Kundur, 12–13 Maret 2026 di Pulau Karimun dan 14 Maret 2026 di Pulau Buru.
“Puncak kemeriahan atau opening ceremony akan dipusatkan di Pulau Kundur pada 16 Maret 2026, bertepatan dengan malam ke-27 Ramadan atau yang akrab disebut masyarakat lokal sebagai Malam 7 Likur,” beber Ahadian.
Ia berujar bahwa, festival ini merupakan bagian dari event wisata budaya dan religi yang harus dijaga kelestariannya.
“Kami ingin menghadirkan suasana penuh cahaya, terutama bagi para perantau yang pulang ke kampung halaman untuk merayakan Idulfitri,” ujar Ahadian.
“Selain mempercantik wajah kabupaten, festival ini diharapkan menjadi magnet bagi wisatawan nusantara hingga mancanegara (Singapura dan Malaysia),” tambah Ahadian.
Dengan meningkatnya kunjungan, Dinas Pariwisata optimis sektor UMKM lokal akan merasakan dampak ekonomi langsung dari perputaran uang selama festival berlangsung.
“Dinas Pariwisata optimis, dengan meningkatnya kunjungan wisatawan tersebut, sektor UMKM lokal akan merasakan dampak ekonomi langsung dari perputaran uang selama festival berlangsung,” tandasnya.
Penulis: Izar
Editor: Lana

Komentar Batalkan balasan